Social Icons

Senin, 15 Oktober 2012

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu!

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ


اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
 Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ
 Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
 Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
 Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.
عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. 



Hal pertama yang diperintahkan Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. adalah untuk membaca, yakni 'اقْرَأْ', yang artinya 'Bacalah!', lengkapnya, "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan." Menciptakan apa? "Menciptakan manusia dari segumpal darah." 

Sampai titik ini, kita bertanya, bukankah di buku pelajaran waktu SMP pun kita sudah diajarkan kalau manusia berasal dari sel telur yang dibuahi sperma? Jawabannya adalah benar, tapi jawaban tadi belum benar-benar lengkap. Dr. Maurice Bucaille, seorang ahli bedah Perancis yang meneliti penjelasan Bibel, Quran dan sains mengenai asal manusia, menjelaskan, "sel telur yang dibuahi tertanam dalam lendir rahim kira-kira pada hari ke-enam setelah pembuahan mengikutinya dan secara anatomis sungguh telur tersebut merupakan sesuatu yang bergantung."

Kata 'alaq dalam bahasa Arab memang biasanya diterjemahkan 'segumpal darah', yang merupakan arti turunan dari kata itu, tapi makna awalnya sebetulnya 'sesuatu yang menggantung'. Dengan demikian, penjelasan Allah swt. mengenai salah satu tahapan proses penciptaan manusia dari sesuatu yang menggantung ('alaq) sesungguhnya tidak bertentangan, bahkan justru dibuktikan kebenarannya oleh embriologi modern.

Fakta ini hanya salah satu bukti saja betapa Allah lah yang sungguh-sungguh telah memberi pengajaran yang sebenarnya kepada kita, sesuatu yang dijelaskan dalam ayat selanjutnya pada surat Al-'Alaq di atas, "Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Setidaknya ada lima kata kunci yang cukup menonjol dalam wahyu pertama yang diturunkan Allah swt. ini untuk menjadi catatan dan kita ambil hikmahnya dalam kehidupan, yaitu:

1. Membaca
Perintah pertama untuk manusia adalah untuk membaca dengan nama Tuhan, ini menjadi hal yang utama dan pertama. Tuhan akan mengajarkan sesuatu kepada kita, tapi untuk mendapatkan pengajaran itu kita harus terlebih dulu mau membaca! Membaca dengan nama Tuhan.

2. Penciptaan Manusia
Tuhan yang menciptakan manusia dari 'alaq (yang menggantung/menempel pada dinding rahim). Proses penciptaan manusia sejak masa awal pertumbuhannya merupakan proses yang bertahap. Dengan tahapan-tahapan itu manusia tumbuh dan berkembang. Kesemua itu terjadi atas kehendak dan kuasa Tuhan.

3. Pengajaran
Dengan perintah untuk membaca dan penjelasan mengenai asal penciptaan manusia Allah memberi kita pengajaran.

4. Kalam
Allah memberi pengajaran dengan kalam (pena). Karena itu, penulisan merupakan hal selanjutnya yang diperlukan dalam proses pembelajaran (baik belajar, maupun mengajar).

5. Pengetahuan
Proses membaca dan menulis tadi merupakan tahapan untuk mendapatkan pengetahuan. Pada hakikatnya, pengetahuan sejati semata-mata merupakan anugerah dari kemurahan Allah.

Lebih jelasnya, dalam pembahasan QS. Al-'Alaq ayat 1 - 5 ini, Imam Ibnu Katsir, seorang ulama tafsir terkemuka, mengomentari dalam kitab tafsirnya,
Dalam surat ini terdapat peringatan bahwa pada mulanya manusia diciptakan dari 'alaqah. Di antara karunia Alloh SWT adalah mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya., lalu Dia memuliakan dan mengangkat derajatnya dengan ilmu, dan itulah keistimewaan yang dimiliki oleh bapak manusia, yaitu Adam, dibanding dengan para malaikat.
Terkadang ilmu itu terdapat pada akal pikiran, terkadang pada ucapan, dan terkadang terdapat pada tulisan tangan. Sehingga ada ilmu yang sifatnya akal pikiran, ucapan dan ada yang berupa tulisan. Di dalam tulisan terkandung unsur akal pikiran dan ucapan, tapi tidak berarti sebaliknya. Karena itulah Alloh SWT berfirman, Iqro’ warobbukal akrom al-ladzii ‘allama bil qolam ‘allamal insaana maa lam ya’lam (Al-’Alaq 3-5). “Bacalah, dan Rabb-mu-lah yang Maha Mulia, yang mengajarkan (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Dalam sebuah kalimat hikmah disebutkan, “Ikatlah ilmu dengan tulisan.” Dan ada juga kalimat hikmah yang menyebutkan, “Siapa yang mengamalkan ilmu yang ia ketahui, maka Alloh akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum ia ketahui.”
Demikian, Allah swt. menurunkan wahyu pertamanya kepada Nabi Muhammad saw berupa perintah untuk membaca, "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu!"

Wallahu a'lam bisshowab.



Rujukan dan bacaan terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar